Kamis, 26 Februari 2009

PENETAPAN KUALITAS MINERAL ZEOLIT DAN PROSPEKNYA DI BIDANG PERTANIAN

Suwardi (1998)

Staf Pengajar Jurusan Tanah, Fak. Pertanian, IPB

Jl. Raya Pajajaran Bogor

Tel. 0251-382107, Fax. 0251-312642, e-mail:soilipb@indo.net.id


PENDAHULUAN

Zeolit merupakan bahan tambang yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Namun penggunaannya masih sangat terbatas karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang sifat-sifat zeolit dan bagaimana memanfaatkan sifat-sifat tersebut untuk berbagai penggunaan. Penggunaan zeolit yang didasarkan atas sifat-sifat yang dimilikinya akan memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, pemahaman sifat-sifat zeolit sangat penting sebagai dasar untuk penggunaan zeolit. Usaha untuk meningkatkan penggunaan zeolit dalam negeri telah dilakukan oleh berbagai fihak dengan berbagai cara di antaranya dengan demonstrasi di lapang, mengadakan seminar-seminar, memberikan ceramah, menulis artikel di majalah atau koran, dll.

Potensi zeolit di Indonesia sangat besar karena Indonesia dilalui gugusan gunung berapi. Zeolit terbentuk dari abu volkanik yang telah mengendap jutaan tahun yang silam. Tidak kurang dari 50 lokasi telah diketahui mengandung mineral zeolit yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya. Deposit zeolit yang telah ditambang baru terkonsentrasi di Sumatera dan Jawa, antara lain di daerah Lampung, Bayah, Cikembar, Nanggung, Nagreg, Cikalong, dan Cipatujah.

Zeolit dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di bidang industri, pertanian, perikanan, peternakan, perlindungan terhadap lingkungan, dll. Untuk proses industri zeolit dapat berfungsi sebagai absorben air, senyawa penukar ion, filter dan katalis. Dengan banyaknya fungsi zeolit ini maka pendayagunaan dapat lebih ditingkatkan sehingga potensi sumber alam yang kita miliki menjadi lebih bermanfaat. Terbatasnya pengetahuan tentang sifat-sifat zeolit dan informasi tentang kegunaannya, zeolit yang melimpah itu sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat, zeolit telah banyak digunakan untuk berbagai keperluan industri, bidang konservasi energi, penanggulangan pencemaran air, dan pertanian. Sebagai contoh, Jepang, pada tahun 1990 memproduksi sekitar 150 ribu ton zeolit, separuh di antaranya digunakan di bidang pertanian (Minato, 1994).

Sebagai bahan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, spesifikasi zeolit untuk masing-masing keperluan harus diketahui dengan jelas. Standar kualitas minimal yang harus dipenuhi harus ditetapkan. Standar kualitas diperlukan baik oleh produsen maupun konsumen. Standar kualitas ditentukan berdasarkan parameter yang berkaitan dengan kegunaan zeolit. Standar kualitas industri misalnya berbeda dengan standar kualitas untuk pertanian. Untuk keperluan ekspor standar kualitas harus memperhatikan permintaan negara pengimpor.

Diperkirakan jumlah zeolit di Indonesia sebanyak 40.000 ton pertahun diperlukan dibidang industri. Sedangkan di bidang pertanian sekitar 100.000 ton/tahun. Jumlah tersebut masih dapat meningkat apabila dapat dihasilkan zeolit dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan. Usaha meningkatkan kualitas tidak lepas dari pemilihan bahan baku yang baik, proses pada kondisi terkendali dan ditunjang dengan penerapan standar kualitas sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar