Kamis, 26 Februari 2009

PENGGUNAAN ZEOLIT DI BIDANG PERTANIAN

Suwardi

Staf Pengajar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan

Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga

Tel./Fax: 0251-629357, HP 08129674021, Email: suwardi_bogor@yahoo.com

Abstrak

Zeolit merupakan mineral yang mempunyai banyak kegunaan di bidang pertanian, industri, dan perbaikan lingkungan. Beberapa jenis penggunaan zeolit di bidang pertanian adalah untuk bahan amelorasi, campuran pupuk, bahan media tumbuh tanaman, campuran pakan ternak dan pembersih air kolam. Penggunaan zeolit sebagai bahan ameliorasi kurang diminati masyarakat karena memerlukan jumlah yang sangat banyak sehingga harganya tidak terjangkau petani. Penggunaan yang paling berkembang adalah untuk meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen dengan cara mencampur dengan pupuk urea. Penggunaan sebagai campuran pupuk telah diterapkan untuk tanaman padi dan tanaman perkebunan khususnya kelapa sawit. Penggunaan zeolit sebagai bahan campuran pakan ternak mulai diterapkan pada industri pakan ternak. Penambahan sekitar 5% dapat meningkatkan bobot ternak. Penambahan zeolit di bidang perikanan telah diterapkan pada kolam ikan atau tambak udang dengan menaburkan bubuk zeolit ke air pada tambak udang. Zeolit dapat mengurangi racun pada air kolam atau tambak.

Jumlah zeolit yang digunakan di bidang pertanian diperkirakan 50 ribu ton/tahun. Jumlah ini diperkirakan meningkat dari waktu ke waktu. Di luar negeri, pemanfaatan zeolit di bidang pertanian telah banyak dilakukan terutama di Jepang dan Amerika Serikat. Lebih dari 200 ribu ton zeolit setiap tahun diproduksi di Jepang, sebagian besar digunakan di bidang pertanian seperti padang golf, padi sawah, media tumbuh tanaman, dan penyerap bau pada proses pengomposan.

Penggunaan zeolit di bidang pertanian dengan memanfaatkan sifat-sifat unik zeolit khususnya kapasitas tukar kation yang tinggi, kemampuannya menjerap ion amonium, dan berbahan porous. Zeolit di bidang pertanian dapat berfungsi sbb (1) Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk nitrogen. Hal ini disebabkan zeolit dapat mengikat nitrogen dalam bentuk ion amonium sehingga kehilangan N karena pencucian dan penguapan dapat dikurangi. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa penambahan 30% zeolit kepada pupuk urea dapat meningkatkan produksi sekitar 10% ntuk tanaman padi. (2) Meningkatkan ketersediaan P dalam tanah. Umumnya P dalam tanah terikat oleh Al-P, Fe-P, dan Ca-P. Zeolit dapat menjerap Al, Fe, dan Ca yang mengikat P sehingga dapat mengurangi ikatan P. Hasil ini memungkinkan pencampuran zeolit dengan batuan fosfat yang memiliki kelarutan P rendah. (3) Zeolit merupakan salah satu sumber K dalam tanah. Meskipun jumlah K total hanya sekitar 2,5%, dalam prakteknya zeolit cukup mempengaruhi ketersediaan P. (4) Dapat meningkatkan kualitas kompos dengan cara zeolit dicampurkan ke dalam kotoran hewan sebagai campuran kompos. Bau yang dikeluarkan pada proses dekomposisi akan diserap zeolit sehingga bau akan hilang. (5) Zeolit merupakan bahan media tumbuh tanaman yang baik. Dengan nilai KTK zeolit yang sangat tinggi (sekitar 150 me/100g) bahan ini dapat mempertahankan daya hantar listrik rendah sehingga tanaman dapat menyerap unsur hara dengan baik.

Kata kunci: zeolit untuk pertanian, kapasitas tukar kation, penjerapan ion amonium, struktur berongga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar